CD Skripsi
hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian sibling rivalry pada anak usia 8-12 tahun di rw 01 desa perawang barat kecamatan tualang
Penelitian ini bertujuan untuk 1) untuk mengetahui pola asuh yang lebih dominan dengan terjadianya kejadian sibling rivalry pada anak usia 8-12 tahun di RW 01 Desa Perawang Barat Kecamatan Tualang, 2) untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat kejadian sibling rivalry pada anak usia 8-12 tahun di RW 01 Desa Perawang Barat Kecamatan Tualang, 3) untuk mengetahui Hubungan antara pola asuh orang tua dengan kejadian sibling rivalry pada anak usia 8-12 tahun di RW 01 Desa Perawang Barat Kecamatan Tualang.
Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 8-12 tahun di RW 01 Desa Perawang Barat Kecamatan Tualang sebanyak 83 anak. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster Random Sampling pengambilan sampel dengan metode ini disebabkan karena sampel dilakukan secara acak namun berdasarkan kelompok atau tempat tertentu yaitu dikelompokkan berdasarkan RT yang ada di Desa Perawang Kecamatan Tualang, maka sampel menjadi 69 anak.
Metode pengumpulan data penelitian ini yaitu 1) observasi, 2) kuesioner, dan 3) dokumentasi. Instrument penelitian ini terdiri dari dua kuesioner yaitu: kuesioner pola asuh orang tua dan kejadian sibling rivalry. Instrument penulisan melalui beberapa tahap yaitu: 1) mengkaji semua teori yang berkaitan dengan variabel-variabel yang akan diteliti, 2) menyusun indikator dari setiap variabel, 3) menyusun kisi-kisi, 4) menyusun butir-butir pernyataan dan menetapkan skala pengukuran, 5) uji coba instrument, 6) analisis butir soal dengan menguji validitas dan reliabilitas dari masing-masing butir pernyataan.
ii
Berdasarkan analisis faktor demografi responden variabel Sibling Rivalry diperoleh hasil yang cukup tinggi dengan nilai mean sebesar 3,76 hal ini membuktikan bahwa factor demografi (jenis kelamin dan usia) dapat menentukan tinggi rendahnya tingkat kejadian sibling rivalry. Kemudian pada demografi responden variabel Pola Asuh Orang Tua diperoleh nilai mean sebesar 3,79 dengan tafsiran tinggi. Hal ini membuktikan bahwa factor demografi (jenis kelamin dan usia) dapat menentukan tinggi rendahnya pola asuh orang tua yang diterapkan. Analisis deskriptif berdasarkan variabel maka diperoleh tingkat kejadian sibling rivalry pada anak usia 8-12 tahun di RW 01 Desa Perawang Barat Kecamatan Tualang dengan besaran mean 3,76 yang berada pada tafsiran tinggi. Berdasarkan variabel pola asuh orang tua di RW 01 Desa Perawang Barat Kecamatan Tualang dengan besaran mean 3,79 berada pada tafsiran tinggi.
Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pola asuh orang tua (X) dengan kejadian sibling rivalry (Y) di RW 01 Desa Perawang Barat Kecamatan Tualang memperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,653 dengan nilai R2 0,426 dengan persentase sebesar 42,60%.
Tidak tersedia versi lain