CD Skripsi
pengembangan booklet materi pencemaran lingkungan berdasarkan struktur komunitas makrozoobentos di ekosistem mangrove pantai solop indragiri hilir
Perubahan lingkungan dan aktivitas manusia merupakan salah satu
penyebab terjadinya pencemaran air di berbagai perairan termasuk perairan pesisir
salah satunya yaitu ekosistem mangrove. Adanya perubahan dan pencemaran
lingkungan mempengaruhi keberadaan biota di ekosistem tersebut salah satunya
makrozoobentos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas
makrozoobentos sebagai bioindikator pencemaran air di ekosistem mangrove
Pantai Solop Indragiri Hilir dan mengetahui validitas booklet dari hasil penelitian
pada materi pencemaran lingkungan biologi SMA kelas X.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif yang dimulai
pada bulan Februari-April 2025 di kawasan mangrove Pantai Solop, Kecamatan
Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Proses identifikasi dan analisis
struktur komunitas makrozoobentos dilanjutkan di Laboratorium Pendidikan
Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau. Pengumpulan
data di lapangan menggunakan metode survei dan metode belt transect.
Pengambilan sampel makrozoobentos dilakukan di 3 stasiun, setiap stasiun dibuat
1 transek sepanjang 80 m dengan jumlah plot sebanyak 8, masing-masing
berukuran 10 x 10 m² disusun secara sistematis dan berselang-seling. Dalam
setiap plot, dibuat satu subplot berukuran 2 x 2 m² dengan 3 kali pengulangan
yang berfungsi sebagai titik pengambilan sampel makrozoobentos. Penelitian ini
dilaksanakan di 2 zonasi yaitu zona Avicennia dan zona Rizhophora. Hasil
penelitian diintegrasikan ke dalam booklet sebagai media pembelajaran yang
dikembangkan dengan model ADDIE, namun pengembangan hanya pada tahap
analyse, design, dan development.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah jenis makrozoobentos yang
ditemukan di ekosistem mangrove Pantai Solop Indragiri Hilir sebanyak 8 jenis
spesies. Komposisi jenis makrozoobentos terdiri dari dua kelas, yaitu Gastropoda
epifauna (7 spesies) dan Crustacea tree fauna (1 spesies). Nilai indeks
keanekaragaman pada kawasan penelitian berada pada nilai 1,47-2,00.
Berdasarkan komposisi jenis dan perhitungan indeks keanekaragaman
ii
makrozoobentos, perairan ekosistem mengrove Pantai Solop tergolong tercemar
ringan hingga tekcemar sedang. Indeks kemerataan yang tinggi dan indeks
dominansi yang rendah menandakan ekosistem dalam keadaan stabil. Parameter
lingkungan fisika-kimia perairan nilainya masih dalam ambang baku mutu
sehingga mampu untuk mendukung kehidupan makrozoobentos. Hasil penelitian
struktur komunitas makrozoobentos sebagai bioindikator pencemaran di
ekosistem mangrove Pantai Solop Indragiri Hilir dapat dijadikan sebagai media
pembelajaran berupa booklet pada materi pencemaran lingkungan dengan rata-rata
skor validasi yaitu 3,63 sehingga booklet termasuk dalam kategori sangat valid.
Booklet pada materi pencemaran lingkungan ini dijadikan sebagai pengayaan
materi bagi peserta didik untuk menambah wawasan pada pembelajaran biologi
SMA kelas X.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah struktur komunitas makrozoobentos
yang ditemukan di ekosistem mangrove Pantai Solop Indragiri Hilir yaitu
sebanyak 8 jenis yang terdiri dari 2 kelas yakni; Gstropoda (7 jenis) dan Crustacea
(1 jenis) dengan tingkat keanekaragaman jenis sedang sehingga mengindikasikan
bahwa perairan ekosistem mangrove Pantai Solop tercemar ringan hingga sedang,
serta indeks kemerataan yang tinggi dan indeks dominansi yang rendah
menandakan ekosistem dalam keadaan stabil. Validitas booklet dari hasil
penelitian materi Pencemaran Lingkungan biologi SMA kelas X termasuk dalam
kategori sangat valid dan dapat digunakan sebagai penunjang pembelajaran.
Tidak tersedia versi lain