CD Skripsi
pengembangan poster keanekaragaman lalat buah di kebun jambu untuk media pembelajaran materi keanekaragaman hayati kelas x
Keanekaragaman hayati merupakan salah satu materi penting yang diajarkan
dalam mata pelajaran Biologi di jenjang SMA, khususnya pada kelas X Kurikulum
Merdeka. Materi ini tidak hanya membahas tentang keberagaman makhluk hidup,
tetapi juga menekankan pentingnya mengenali dan memahami keanekaragaman
organisme yang ada di lingkungan sekitar peserta didik. Untuk mendukung
pembelajaran tersebut, diperlukan media pembelajaran yang mampu menyajikan
informasi secara visual, menarik, dan kontekstual. Namun, berdasarkan hasil
observasi dan wawancara awal dengan guru biologi di SMAN 11 Pekanbaru,
ditemukan bahwa media pembelajaran yang digunakan masih didominasi oleh buku
teks dan media yang bersifat umum, sehingga belum memanfaatkan potensi lokal
sebagai sumber belajar yang autentik. Hal ini menunjukkan perlunya pengembangan
media pembelajaran yang lebih inovatif dan berbasis pada lingkungan nyata, agar
siswa dapat lebih memahami konsep keanekaragaman hayati secara konkret dan
bermakna.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman lalat buah
(Bactrocera sp.) di kebun jambu Desa Perawang Barat, Kabupaten Siak, dan
mengembangkan poster keanekaragaman lalat buah sebagai media pembelajaran
Biologi SMA pada materi keanekaragaman hayati. Penelitian ini menggunakan
pendekatan mixed method, yaitu gabungan antara metode kuantitatif deskriptif dan
metode pengembangan. Pendekatan kuantitatif dilakukan untuk menganalisis struktur
komunitas lalat buah menggunakan empat indeks ekologi, yaitu indeks kelimpahan
relatif, indeks keanekaragaman (Shannon-Wiener), indeks keseragaman, dan indeks
dominansi. Sementara itu, pendekatan pengembangan mengacu pada model ADDIE
(Analysis, Design, Development) hingga tahap ketiga, untuk merancang dan
mengembangkan poster pembelajaran berbasis hasil temuan lapangan.
Data dikumpulkan melalui survei dan pengambilan sampel lalat buah dengan
perangkap yang diletakkan secara purposive random sampling di kebun jambu milik
i
warga yang terdiri dari tiga jenis jambu, yaitu jambu biji kristal, jambu air, dan jambu
merah, dengan luas area sekitar 900 m². Pengambilan sampel dilakukan selama tiga
minggu berturut-turut, satu kali dalam seminggu. Lalat buah yang tertangkap
kemudian diidentifikasi secara morfologis berdasarkan ciri morfologi eksternal,
seperti warna toraks, bentuk sayap, dan pola abdomen dengan mengacu pada buku
identifikasi seperti The Australian Handbook for the Identification of Fruit Flies.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam spesies lalat buah yang
berhasil diidentifikasi, yaitu Bactrocera dorsalis, Bactrocera papayae, Bactrocera
carambolae, Bactrocera caryeae, Bactrocera cacuminata, dan Bactrocera umbrosa.
Spesies dengan kelimpahan tertinggi adalah Bactrocera dorsalis, sementara
Bactrocera cacuminata memiliki kelimpahan terendah. Nilai indeks keanekaragaman
(H') berkisar antara 1 < H' < 3, yang menunjukkan bahwa komunitas lalat buah di
lokasi penelitian memiliki tingkat keanekaragaman sedang dengan struktur komunitas
yang cukup seimbang. Faktor-faktor lingkungan seperti suhu dan kelembaban juga
turut memengaruhi keberadaan spesies lalat buah, di mana suhu cenderung konstan
dan kelembaban relatif mengalami perubahan dari minggu ke minggu.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, dikembangkan media pembelajaran
berupa poster keanekaragaman lalat buah yang menyajikan informasi tentang spesies
yang ditemukan, ciri morfologi, dan hasil analisis ekologi dalam bentuk visual yang
menarik dan mudah dipahami oleh siswa. Poster disusun menggunakan desain
edukatif dengan menampilkan gambar asli dari spesies lalat buah, dilengkapi dengan
keterangan ilmiah dan penjelasan sederhana. Validasi poster dilakukan oleh ahli
media dan ahli materi melalui instrumen lembar penilaian validasi. Hasil validasi
menunjukkan bahwa skor rata-rata dari kedua validator adalah 3,58, yang termasuk
dalam kategori sangat valid. Hal ini menunjukkan bahwa poster yang dikembangkan
telah memenuhi kriteria sebagai media pembelajaran yang layak dan dapat digunakan
dalam proses pembelajaran Biologi di SMA.
Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan
poster berbasis keanekaragaman lalat buah lokal tidak hanya memberikan informasi
ii
ilmiah yang akurat, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang mampu
meningkatkan minat belajar dan pemahaman siswa terhadap materi keanekaragaman
hayati. Diharapkan media ini dapat menjadi contoh pengembangan pembelajaran
berbasis potensi lokal yang relevan dan aplikatif, serta mendukung pencapaian
capaian pembelajaran (CP) Kurikulum Merdeka pada fase E. Selain itu, penelitian ini
juga memberikan kontribusi terhadap pemanfaatan keanekaragaman fauna lokal
sebagai sumber belajar yang belum banyak dikembangkan sebelumnya.
Tidak tersedia versi lain