CD Skripsi
Collaborative governance dalam pengembangan wisata danau mesjid koto kari kabupaten Kuantan Singingi tahun 2021
Objek Wisata Danau Mesjid Koto Kari merupakan destinasi baru yang dibuka sejak 2016 dan dikelola desa bersama kelompok sadar wisata dan swasta di bawah BUMDes Mata Air Berkah sejak 2020. Namun Pengelolaannya masih menghadapi keterbatasan, baik dari BUMDes maupun masyarakat, sehingga memerlukan dukungan Pordakwis, pemerintah desa, dan Dinas Pariwisata. Permasalahan pengembangan meliputi pengelolaan destinasi, pemasaran, kelembagaan, dan ekonomi kreatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan collaborative governance serta faktor-faktor penghambat pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam pengembangan Wisata Danau Mesjid Koto Kari Kabupaten Kuantan Singingi tahun 2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan di Desa Koto Kari, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi untuk memperoleh informasi yang relevan dalam pengembangan Wisata Danau Mesjid Koto Kari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan collaborative governance dalam pengembangan Wisata Danau Mesjid Koto Kari sudah berjalan namun belum optimal. Kolaborasi antar pihak belum didukung dialog rutin dan komitmen yang konsisten. Faktor penghambat meliputi kurangnya jadwal pertemuan terstruktur, lemahnya kesepakatan relokasi pelaku usaha, kapasitas kelembagaan yang terbatas, serta belum adanya sistem monitoring terpadu.
Kata Kunci : Collaborative Governance, Pengembangan Wisata, Danau Mesjid Koto Kari, Kuanta
Tidak tersedia versi lain