Digilib Perpustakaan Universitas Riau

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Karakteristik Kimia Tepung Biji Durian Modifikasi Dengan Metode Satu Siklus Autoclaving-Cooling
Penanda Bagikan

CD Skripsi

Karakteristik Kimia Tepung Biji Durian Modifikasi Dengan Metode Satu Siklus Autoclaving-Cooling

SRI EVA MAYRANY / 2106111509 - Nama Orang;

ABSTRACT
Durian seeds had suitable chemical properties for making flour, but their
amylose content was relatively low. Therefore, a one-cycle autoclaving-cooling
modification was needed to increase the amylose content, making durian seed
flour more suitable for processed products such as noodles.The purpose of this
study was to improve the chemical characteristics of durian seed flour modified
by one autoclaving-cooling cycle with different autoclaving times and used wheat
flour as the reference. The treatments in this study were the length of autoclaving
time, including P1 (natural durian seed flour), P2 (modified durian seed flour with
autoclaving time of 15 minutes), P3 (modified durian seed flour with autoclaving
time of 20 minutes), and P4 (modified durian seed flour with autoclaving time of
25 minutes). The data obtained were analyzed statistically using analysis of
variance and followed by duncan’s multiple range test (DMRT) at the 5% level.
The results showed that the length of autoclaving time had a significant effect on
water content, amylose, and starch but had no significant effect on fat content,
protein, and ash. The modified treatment of autoclaving-cooling one cycle with an
autoclaving time of 25 minutes (P4) produced the best chemical characteristics of
durian seed flour with a water content of 13.53%, amylose of 18.47%, starch of
19.31%, fat of 0.88%, protein of 8.98%, and ash of 4.10%. Modified durian seed
flour had the potential to be used as a wheat flour substitute in the production of
pasta products such as noodles.
Keywords: Autoclaving-cooling one cycle, autoclaving time, durian seed flour
vii
Sri Eva Mayrany, Dewi Fortuna Ayu, dan Imelda Yunita
Karakteristik Kimia Tepung Biji Durian Modifikasi dengan Metode Satu Siklus
Autoclaving-Cooling
RINGKASAN
Durian adalah buah yang sangat populer di Indonesia dan produksinya
terus meningkat. Pemanfaatan durian umumnya hanya sebatas daging buahnya
saja, sedangkan bijinya menjadi limbah yang kurang dimanfaatkan. Biji durian
mengandung kadar air sebesar 48 51%, abu 1 2%, lemak 1%, protein 2 3%, dan
karbohidrat 45 47%, sehingga dapat diolah menjadi tepung. Tepung biji durian
alami kurang cocok digunakan dalam pembuatan produk olahan pangan karena
memiliki kelemahan, di antaranya adalah kadar air dan kadar amilosa yang
rendah. Kelemahan tersebut dapat diperbaiki dengan cara melakukan modifikasi
tepung biji durian menggunakan metode autoclaving-cooling satu siklus sehingga
dapat digunakan sebagai alternatif pengganti terigu. Tujuan penelitian ini adalah
untuk memperbaiki karakteristik kimia pada tepung biji durian modifikasi satu
siklus autoclaving-cooling dengan lama waktu autoclaving yang berbeda dan
mengacu pada terigu sebagai pembandingnya.
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Analisis Hasil Pertanian dan
Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Riau,
Pekanbaru. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen menggunakan rancangan
acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat ulangan sehingga
diperoleh 16 unit percobaan. Perlakuan pada penelitian ini yaitu lama waktu
autoclaving meliputi P1 (tepung biji durian non modifikasi), P2 (tepung biji
durian modifikasi dengan lama waktu autoclaving 15 menit), P3 (tepung biji
durian modifikasi dengan lama waktu autoclaving 20 menit), dan P4 (tepung biji
durian modifikasi dengan lama waktu autoclaving 25 menit). Parameter yang
diamati dalam penelitian ini yaitu kadar air, amilosa, pati, lemak, protein, dan abu.
Data yang diperoleh diolah dengan software IBM SPSS statistik versi 23 dengan
uji ANOVA, jika F hitung ≥ F tabel maka dilakukan uji lanjut menggunakan
duncan’s multiple range test (DMRT) pada taraf 5%.
Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa lama waktu autoclaving
berpengaruh nyata


Ketersediaan
#
Perpustakaan Universitas Riau 2106111509
2106111509
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
2106111509
Penerbit
Pekanbaru : Universitas Riau – F.PERTANIAN – TEKNOLOGI PERTANIAN., 2025
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2106111509
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
daus
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • COVER
  • DAFTAR ISI
  • ABSTRAK
  • BAB I PENDAHULUAN
  • BAB II TINJAUAN PUSTAKA
  • BAB III METODOLOGI PENELITIAN
  • BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
  • BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
  • DAFTAR PUSTAKA
  • LAMPIRAN
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Digilib Perpustakaan Universitas Riau
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?