CD Skripsi
pengembangan modul ajar berbasis pendekatan kontekstual topik persamaan garis lurus untuk memfasilitasi kecakapan komunikasi matematis siswa fase d
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kecakapan komunikasi matematis siswa. Berdasarkan hasil telaah literatur, wawancara dan observasi diperoleh bahwa kecakapan komunikasi matematis siswa masih tergolong rendah. Selain itu, proses pembelajaran masih berpusat pada guru, sehingga siswa kurang aktif dalam pembelajaran dan siswa masih kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal pemecahan masalah. Salah satu pendekatan yang melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran yaitu pendekatan kontekstual. Oleh karena itu, diperlukan rancangan pembelajaran yang dapat memfasilitasi kecakapan komunikasi matematis siswa melalui pendekatan kontekstual dalam bentuk modul ajar. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah menghasilkan modul ajar berbasis pendekatan kontekstual topik persamaan garis lurus untuk memfasilitasi kecakapan komunikasi matematis siswa fase-D yang memenuhi kategori valid dan praktis.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan 4D yang terdiri dari empat tahap, yaitu: define, design, develop, dan disseminate. Pada tahap define (pendefenisian) dilakukan analisis awal-akhir, analisis karakter siswa, analisis konsep, analisis tugas, dan merumuskan tujuan pembelajaran. Pada tahap design (perancangan) dilakukan pemilihan media, pemilihan format, rancangan awal, dan merancang lembar validasi dan lembar praktikalitas. Pada tahap develop (pengembangan) dilakukan penilaian oleh tiga validator menggunakan lembar validasi. Kemudian dilakukan uji coba di SMP N 1 Pangean dengan menggunakan angket respon guru untuk mengetahui kepraktisan modul ajar dan angket respon siswa untuk mengetahui kepraktisan LKPD. Pada tahap disseminate (penyebaran) dilakukan pengemasan modul ajar yang kemudian disebarluaskan dengan memberikan kepada sekolah yang berkontribusi pada penelitian dan publikasi dalam bentuk artikel, serta diseminarkan melalui seminar hasil.
Hasil penelitian menghasilkan produk berupa modul ajar berbasis pendekatan kontekstual pada topik persamaan garis lurus yang disusun untuk empat
iii
kali pertemuan. Setiap pertemuan modul ajar dilengkapi dengan lampiran berupa lembar kerja peserta didik (LKPD) yang memuat permasalahan kontektual untuk memfasilitasi kecakapan komunikasi matematis siswa. Permasalah pada LKPD diangkat dari situasi sehari-hari yang sering dijumpai dan dilihat siswa, seperti menganalisis pertumbuhan dua jenis tumbuhan, menentukan kemiringan seluncuran dan tangga, serta mengukur panjang kabel yang sejajar pada tiang listrik.
Hasil penilaian validasi modul ajar oleh tiga validator yaitu memperoleh rata-rata 93,40% yang dikategorikan sangat valid dan hasil validasi LKPD sebagai komponen lampiran modul ajar memperoleh rata-rata 91,77% yang dikategorikan sangat valid, hal ini menunjukkan bahwa LKPD yang dinilai sudah layak di uji cobakan. Setelah modul ajar divalidasi, maka dilakukan uji one to one untuk mengetahui keterbacaan LKPD pada modul ajar. Kemudian dilakukan uji coba kelompok kecil diperoleh rata-rata penilaian sebesar 87,47% dikategorikan sangat praktis. Setelah LKPD dinyatakan praktis pada uji coba kelompok kecil, kemudian dilakukan uji coba kelompok besar diperoleh rata-rata penilaian sebesar 86,15% dikategorikan sangat praktis. Selain itu, angket respon guru terhadap modul ajar memperoleh rata-rata sebesar 89,29% dengan kategori sangat praktis. Dengan demikian, modul ajar yang dikembangkan berbasis pendekatan kontekstual telah memenuhi syarat valid dan praktis, sehingga dapat menjadi alternatif bahan ajar untuk memfasilitasi kecakapan komunikasi matematis siswa topik persamaan garis lurus.
Tidak tersedia versi lain