CD Skripsi
penerapan model problem based learning bermuatan budaya melayu riau untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas viii mtS baitul amal pekanbaru
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis (KPMM) adalah kemampuan
seseorang untuk menyelesaikan masalah menggunakan sejumlah strategi tertentu.
Indikator KPMM yaitu memahami masalah, merencanakan pemecahan masalah,
melaksanakan rencana pemecahan masalah dan menafsirkan hasil yang diperoleh.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh KPMM siswa kelas VIII MTs Baitul Amal
Pekanbaru yang masih tergolong rendah. Hal ini dapat ditandai dengan hasil
observasi dan wawancara yaitu (1) siswa kesulitan menyelesaikan soal pemecahan
masalah; (2) proses pembelajaran yang berlangsung satu arah karena siswa belum
terlibat aktif dalam proses pembelajaran.
Berdasarkan permasalahan yang ditemukan, terlihat bahwa perlu dilakukan
perbaikan proses pembelajaran untuk meningkatkan KPMM siswa. Permasalahan
yang ditemukan peneliti perlu diperbaiki dengan cara membiasakan siswa belajar
menyelesaikan masalah. Siswa harus dibimbing agar terbiasa memahami masalah,
merencanakan penyelesaian, melaksanakan penyelesaian, dan menafsirkan hasil.
Model pembelajaran yang dapat menunjang hal tersebut adalah model Problem
Based Learning. Model Problem Based Learning diawali dengan orientasi siswa
pada masalah, kemudian mengorganisasikan siswa untuk belajar, membimbing
penyelidikan individu dan kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya,
serta menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Masalah
kontekstual yang dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang materi yang
dipelajari dengan penerapan model Problem Based Learning ini salah satunya
adalah permasalahan bermuatan budaya, dalam hal ini adalah budaya Melayu Riau.
Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan
meningkatkan KPMM siswa kelas VIII MTs Baitul Amal Pekanbaru semester
genap tahun pelajaran 2024/2025 pada konten Sistem Persamaan Linear Dua
Variabel melalui penerapan model Problem Based Learning bermuatan budaya
Melayu Riau. Manfaat yang diperoleh yaitu dapat membuat siswa berpartisipasi
aktif dalam proses pembelajaran matematika, meningkatkan kemampuan
pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII MTs Baitul Amal Pekanbaru, dan
ii
meningkatkan kreativitas dalam memperbaiki proses pembelajaran matematika di
MTs Baitul Amal Pekanbaru.
Bentuk penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang
dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII
MTs Baitul Amal Pekanbaru sebanyak 14 orang siswa. Instrumen penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini terdiri dari perangkat ajar yang terdiri dari Alur
Tujuan Pembelajaran (ATP), Modul Ajar yang di dalamnya terdapat Lembar Kerja
Peserta Didik (LKPD), bahan ajar dan Asesmen Penilaian; dan instrumen
pengumpulan data yang terdiri dari lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa
serta tes KPMM.
Berdasarkan analisis aktivitas guru dan siswa selama penelitian, terlihat
bahwa pelaksanaan proses pembelajaran semakin membaik pada setiap pertemuan.
Berdasarkan analisis data KPMM, terlihat KPMM siswa mengalami peningkatan.
Hal ini dapat dilihat dari persentase jumlah siswa yang memperoleh skor maskimal
pada setiap indikator KPMM mengalami peningkatan. Peningkatan KPMM siswa
juga terlihat dari persentase jumlah siswa yang memperoleh nilai dengan kriteria
mahir dan cakap meningkat dan persentase jumlah siswa yang memperoleh nilai
dengan kriteria layak dan mulai berkembang mengalami penurunan dari tes awal,
siklus I dan siklus II. Berdasarkan hasil analisis pengamatan aktivitas guru dan
siswa serta analisis hasil tes KPMM dapat disimpulkan bahwa penerapan model
Problem Based Learning bermuatan budaya Melayu Riau dan meningkatkan
kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII MTs Baitul Amal
Pekanbaru pada konten Sistem Persamaan Linear Dua Variabel tahun pelajaran
2024/2025.
Tidak tersedia versi lain