CD Skripsi
pemberdayaan masyarakatterintegrasisenipertunjukan tradisional randai sanggartalago rindang jorong piobang, kanagarianpiobang, kecamatan payakumbuh
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk Pemberdayaan Masyarakat Terintegrasi Seni Pertunjukan Tradisional Randai Sanggar Talago Rindang Jorong Piobang, Kanagarian Piobang, Kecamatan Payakumbuh?. Penelitian ini memiliki 3 Indikator yaitu 1) enabling (menfasilitasi), 2) empowering (memberdayakan) dan 3) protecting (melindungi pelestarian budaya).
Setelah penelitian ini dilaksanakan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi khalayak banyak. Adapun manfaat dari penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis. Manfaat teoritis dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan terutama yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat terintegrasi seni pertunjukan tradisional randai. Dan manfaat praktis dari hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pemerintah, masyarakat, orangtua dan penelitian selanjutnya.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode naturalistik. Penelitian ini dilaksanakan di Sanggar Talago Rindang Jorong Piobang Kanagarian Piobang Kecamatan Payakumbuh yang melibatkan 3 informan sebagai subjek penelitian, diantaranya informan (DT) sebagai informan inti, informan (UL) sebagai informan inti dan informan (NH) sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu adalah teknik dokumen (20%), observasi (40%) dan wawancara (40%). Sedangkan analisis dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpuan dan triangulasi.
ii
Berdasarkan analisis data dan pembahasan, maka penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bentuk pemberdayaan masyarakat terintegrasi seni pertunjukan tradisional randai sanggar talago rindang jorong piobang, kanagarian piobang, kecamatan payakumbuh, pertama dilihat dari enabling (memfasilitasi), bahwa fasilitas di sanggar ini tercukupi seperti gedung, ruangan, alat musik, dan properti lainnya. Dukungan dari pemerintah juga terselenggara seperti pekan budaya. Ketersediaan sumber daya manusianya lebih ditingkatkan lagi untuk memajukan dan melestarikan kebudayaan minangkabau. Dan yang terakhir aspek edukasi dan dokumentasi, mengedukasikan kepada gerenasi muda akan kesenian ini dan selalu mendokumentasikan setiap kegiatan berlangsung.
Yang kedua empowering (memberdayakan), bahwasanya promosi kepada masyarakat luas dan juga berkerja sama dengan mitra lain untuk memperkenalkan kebudayan ini kepada semua orang. Dan selanjutnya pengembangan dan peningkatan diri lebih di tingkatkan lagi seperti gerakan yang sudah mulai hilang dan lebih ditingkatkan kepercayaan diri. Dan yang ketiga Protecting (melindungi pelestarian budaya) bahwa dengan hal ini juga melibatkan generasi muda dengan usia sekolah dasar sampai sekolah menengah ke atas yang dimana dengan hal tersebut stamina anak lebih power. Hal ini menegaskan bagaimana pemberdayaan masyarakat terintegrasi seni pertunjukan randai sebagai media pembelajaran dan pengembangan ekonomi yang sekaligus memperkuat kebudayaan lokal.
Dengan demikian dapat disimpulkan kesenian randai di sanggar talago rindang melestarikan kesenian ini ke generasi muda sekaligus penerus dan penggerak randai agar dikenali ke masyarakat luas. Menjaga tradisi leluhur terus terjaga dan hidup di tengah perubahan zaman.
Tidak tersedia versi lain