CD Skripsi
Identifikasi Karakteristik Biofisik Mangrove Di Desa Teluk Pambang Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis
ABSTRACT
Mangrove forests are ecosystems located in coastal areas that play an
important role in maintaining environmental balance, such as protecting coastlines
from erosion, providing habitats for various species, and absorbing carbon. This
study aims to identify the biophysical characteristics of the mangrove ecosystem in
Teluk Pambang Village, Bantan District, Bengkalis Regency. The research focuses
on key biophysical parameters including salinity, pH, temperature, humidity,
substrate type and depth, tidal patterns, and sedimentation rates. Data were
collected from 37 observation points distributed across natural regeneration areas
and existing mangrove stands, with three replications at each point. A descriptive
quantitative approach was applied using purposive sampling based on mangrove
canopy density categories (dense, moderate, and sparse). The results show that
salinity in the regeneration areas ranges from 27.4 to 35.07 ppt, while in mangrove
forests it ranges from 19.13 to 32.03 ppt. Water pH varies between 6.12 and 7.57,
whereas temperature ranges from 28.3°C to 36.6°C with humidity levels between
65% and 89%. The study area experiences a semi-diurnal tidal cycle characterized
by two high tides and two low tides per day. Substrates are predominantly
composed of mud and sandy mud, with depths ranging from 16 to 100.3 cm.
Sedimentation rates vary widely, from 0.002 to 0.340 kg/day, reflecting dynamic
depositional processes influenced by tidal flows and geomorphological conditions.
Vegetation zoning exhibits a clear pattern: the frontal zone is dominated by pioneer
species such as Avicennia alba and Sonneratia alba; the middle zone is dominated
by Rhizophora mucronata and Rhizophora apiculata; and the landward zone hosts
Bruguiera gymnorhiza, Bruguiera cylindrica, Lumnitzera littorea, and Xylocarpus
granatum. These zonations correspond closely with gradients in salinity, inundation
frequency, and substrate characteristics.
Keywords: biophysics, mangrove ecosystem, salinity, substrate, Teluk Pambang
Kahlil Gibran, Nurul Qomar, Niskan Walid Masruri.
Identifikasi Karakteristik Biofisik Mangrove Di Desa Teluk Pambang, Kecamatan
Bantan, Kabupaten Bengkalis.
RINGKASAN
Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki hutan mangrove terluas dari
ekosistem mangrove dunia, yang memainkan peran ekologi yang penting, namun
terus mengalami degradasi. Ekosistem mangrove Desa Teluk Pambang, Kabupaten
Bengkalis, Provinsi Riau juga terus terancam oleh penebangan untuk pembuatan
arang dan bahan bangunan, alih fungsi lahan yang tidak terkendali, dan perubahan
iklim. Data terkait kondisi biofisik di lokasi ini masih terbatas sehingga membuat
pengelolaan mangrove di Desa Teluk Pambang menjadi terkendala. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik biofisik hutan mangrove Desa
Teluk Pambang, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif
deskriptif dengan survei lapangan (field research). Data yang digunakan pada
penelitian ini adalah data primer dan data sekunder didapat dari observasi,
pengukuran, dan studi literatur. Pengamatan dilakukan di 37 titik monitoring pada
area rehabilitasi, dan hutan mangrove dewasa. Terdapat 3 area regenerasi yaitu:
regenerasi alami, pengayaan tanaman, dan rumpun berjarak. Parameter yang
diamati meliputi salinitas, pH, suhu, kelembaban, substrat, pasang surut, serta
sedimentasi. Pengukuran dilakukan pada tiap titik dan dilakukan sebanyak 3 kali
pengulangan. Pengulangan pada area regenerasi dilakukan dengan mengambil
sampel pada bagian depan, tengah, dan belakang, sedangkan pada hutan mangrove
dewasa dilakukan mengikuti garis transek sepanjang 500 m, yakni pada awal,
pertengahan, dan akhir transek.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter biofisik di lokasi penelitian
memiliki variasi
Tidak tersedia versi lain