CD Skripsi
Pemberian Kompos Batang Pisang Dan Npkmg Pada Media Ultisol Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Di Main Nursery
ABSTRACT
Oil palm is an important commodity contributing significantly to Indonesia's non-oil and gas sector revenue. The increasing need for replanting aging plantations requires high-quality seedlings. Ultisol soil, widely distributed in Indonesia, has low productivity due to clay accumulation in the subsurface horizon, low organic matter content, and poor nutrient retention. This limitation can be overcome by applying fertilizers that improve soil fertility, such as banana stem compost combined with NPKMg fertilizer. This study aimed to evaluate the interaction and optimal dosage of banana stem compost and NPKMg fertilizer on oil palm seedling growth in main nursery using ultisol media. The research was conducted experimentally using a factorial completely randomized design with two treatment factors: banana stem compost at three levels (400, 1000, 1600 g/polybag) and NPKMg at three levels (27, 33.5, 40 g/polybag), resulting in nine treatment combinations with three replications. Parameters observed included height increment, stem diameter, number of fronds, total chlorophyll content, photosynthesis rate, root volume, dry biomass weight, and shoot-root ratio. Results showed that the interaction between banana stem compost and NPKMg significantly increased seedling height. Single factor of banana stem compost improved seedling height, stem diameter, total chlorophyll, photosynthesis rate, and dry biomass weight. Similarly, single factor of NPKMg also enhanced the same parameters. The combination of 1600 g banana stem compost and 40 g NPKMg was the most effective treatment for promoting growth of D x P Topaz 3 variety oil palm seedlings in main nursery.
Keywords: oil palm, banana stem compost, NPKMg, ultisol, main nursery
iv
Andriano Montoya Santoso, Arman Effendi dan Pajri Ananta Yudha
Pemberian Kompos Batang Pisang Dan NPKMg Pada Media Ultisol Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Di Main Nursery
RINGKASAN
Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan salah satu komoditas yang memberikan pengaruh besar terhadap pendapatan negara dari sektor non migas. Indonesia merupakan salah satu produsen kelapa sawit terbesar di dunia, kelapa sawit merupakan bahan dasar untuk menghasilkan CPO (Crude Palm Oil), seiring bertambahnya waktu hingga membuat areal tanaman dalam kondisi tua dan tidak produktif. Tanaman kelapa sawit yang melewati umur ekonomis harus segera diremajakan (replanting). Tingginya kebutuhan bibit tersebut mengharuskan penanganan yang tepat untuk memperoleh bibit yang berkualitas, salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas bibit adalah penggunaan media tanam yang tepat, tanah ultisol termasuk tipe tanah tersebar luas di daratan Indonesia. Tanah ultisol ialah tanah yang kurang produktif dicirikan seperti akumulasi tanah liat di bagian horizon dasar permukaan mengurangi energi serap air dan tingkatkan aliran permukaan serta erosi tanah, permeabilitas, bahan organik dan tingkatan kebasaan rendah, tanah ultisol dapat diatasi dengan pemberian pupuk yang dapat menambah kesuburan dan memperbaiki sifat tanah utisol salah satunya yaitu pupuk kompos batang pisang serta dapat dikombinasikan dengan NPKMg yang merupakan salah satu jenis pupuk anorganik yang mampu menyediakan beberapa unsur hara makro penting seperti nitrogen, fosfor, kalium, dan magnesium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi dan faktor tunggal dari pupuk kompos batang pisang dan NPKMg, serta untuk mengetahui dosis yang terbaik terhadap tanaman kelapa sawit di pembibitan main nursery pada media ultisol.
Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor perlakuan, yaitu kompos batang pisang (400 g, 1000 g, 1600 g/polybag) dan NPKMg (27 g, 33,5 g, 40 g/ polybag), sehingga diperoleh sembilan kombinasi perlakuan dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi pertambahan tinggi, diameter bonggol, jumlah pelepah, total klorofil, laju fotosintesis, volume akar, berat brangkasan kering, serta rasio tajuk-akar.
Hasil penelitian ini menunjukkan interaksi kompos batang pisang dan NPKMg dapat
Tidak tersedia versi lain