CD Skripsi
penerapan model pembelajaran icare untuk meningkatkan pemahaman konsep struktur atom dan spu pada peserta didik kelas x sman 12 pekanbaru
Pencapaian tujuan pendidikan sangat dipengaruhi oleh keberhasilan proses belajar mengajar di kelas. Salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan tersebut adalah interaksi antara guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran. Agar tujuan pembelajaran tercapai secara optimal, diperlukan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi, sehingga mampu menarik perhatian dan memotivasi peserta didik, termasuk dalam pembelajaran kimia. Materi struktur atom dan sistem periodik unsur merupakan salah satu materi yang bersifat abstrak sehingga seringkali sulit dipahami oleh peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang aplikatif, dan melibatkan peserta didik secara aktif.
Model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah model ICARE (Introduction, Connection, Application, Reflection, Extension). Model ini menuntun peserta didik melalui tahapan sistematis sehingga mampu menghubungkan teori dengan praktik, serta mengembangkan pemahaman konsep secara lebih mendalam. Penelitian menggunakan model pembelajaran ICARE telah dilakukan terhadap kelas X SMAN 12 Pekanbaru pada materi Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur, Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya pemahaman konsep peserta didik. Hal ini ditandai dengan banyak peserta didik yang tidak mencapai kktp.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain Quasi Experiment tipe Pretest-Posttest Control Group Design yang dilaksanakan pada dua kelas X SMAN 12 Pekanbaru. Kelas X-8 ditetapkan sebagai kelas eksperimen yang diberikan perlakuan penerapan model pembelajaran ICARE, sedangkan kelas X-9 sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional berbasis saintifik. Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026.
Pengolahan data hasil penelitian dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis, dan uji N-gain. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh rata-rata nilai pretest peserta didik kelas eksperimen sebesar 22,56 dan meningkat
ii
menjadi 81,61 pada posttest dengan nilai N-gain sebesar 0,76 (kategori tinggi). Sementara itu, pada kelas kontrol nilai pretest sebesar 22,43 meningkat menjadi 76 pada posttest dengan nilai N-gain sebesar 0,69 (kategori sedang). Hasil uji-t menunjukkan thitung = 7,28 ≥ ttabel = 1,99 pada taraf signifikan 0,05 sehingga hipotesis penelitian diterima.
Dengan demikian, penerapan model pembelajaran ICARE terbukti dapat meningkatkan pemahaman konsep peserta didik pada materi struktur atom dan sistem periodik unsur kelas X SMAN 12 Pekanbaru. Model ini dapat direkomendasikan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran kimia.
Tidak tersedia versi lain