CD Skripsi
penggunaan kamishibai sebagai media visual untuk meningkatkan storytelling pada cerita pendek bahasa jepang bagi mahasiswa prodi pendidikan bahasa jepang fkip universitas riau
Pendidikan merupakan usaha sadar untuk mengembangkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) melalui kegiatan pembelajaran. Salah satu bidang yang mendukung pengembangan potensi tersebut adalah pembelajaran bahasa asing, termasuk bahasa Jepang. Dalam pembelajaran bahasa Jepang, terdapat empat keterampilan utama yang perlu dikuasai oleh pembelajar, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan tersebut saling berkaitan dan menjadi dasar dalam pencapaian kemampuan berbahasa yang baik.
Keterampilan berbicara merupakan salah satu kemampuan penting yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran bahasa Jepang. Mahasiswa di Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang FKIP Universitas Riau perlu memiliki kemampuan berbicara yang baik agar dapat menyampaikan gagasan dan cerita secara komunikatif. Salah satu bentuk kegiatan yang dapat melatih keterampilan berbicara adalah storytelling atau kegiatan bercerita.
Dalam mendukung kegiatan storytelling, media pembelajaran memiliki peran penting sebagai sarana untuk membantu mahasiswa memahami isi cerita dan mengekspresikan bahasa dengan lebih efektif. Salah satu media yang dapat digunakan adalah Kamishibai, yaitu media visual tradisional Jepang berupa kotak cerita bergambar yang digunakan untuk mendukung penyampaian narasi secara menarik. Melalui Kamishibai, mahasiswa dapat lebih mudah memahami alur cerita, meningkatkan kemampuan berbahasa, serta mengembangkan ekspresi, meningkatkan kepercayaan diri dan kreativitas dalam bercerita.
Penelitian ini menggunakan jenis pre-experimental dengan rancangan one group pre-test–post-test design, yang melibatkan satu kelompok subjek tanpa adanya kelompok pembanding. Kelas yang menjadi sampel peneliti adalah di kelas A yang respondennya berjumlah 20 orang. Sebelum melaksanakan treatment, peneliti melakukan pre-test pada kelas A yang berjumlah 36 mahasiswa, untuk mengetahui kemampuan awal storytelling di depan kelas. Kemudian setelah melaksanakan pre-test, peneliti melaksanakan treatment sebanyak 3 pertemuan menggunakan media visual kamishibai. Setelah diberikan treatment, mahasiswa
vii
vii
diberikan post-test untuk mengetahui perbedaan hasil kemampuan strorytelling mahasiswa setelah dilakukan treatment dengan menggunakan media visual kamishibai.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa media visual kamishibai efektif dalam meningkatkan keterampilan storytelling cerita pendek berbahasa Jepang pada mahasiswa. Hal tersebut dibuktikan melalui peningkatan rata-rata nilai pre-test dan post-test. Data penelitian diolah menggunakan perangkat lunak RStudio 4.2.2 dengan uji Shapiro–Wilk dan Paired Sample T-Test. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai uji normalitas lebih besar dari 0,05, sedangkan nilai uji hipotesis lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media visual Kamishibai efektif dalam meningkatkan kemampuan storytelling mahasiswa dalam menyampaikan cerita pendek berbahasa Jepang di depan kelas.
Tidak tersedia versi lain