CD Skripsi
penerapan model pembelajaran kooperatif dengan metode gallery walk untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa pada materi sistem tata surya kelas vii smpn 45 pekanbaru
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan mata pelajaran yang
penting karena menghubungkan konsep ilmiah dengan kehidupan nyata.
Namun, dalam praktiknya, pembelajaran IPA di SMPN 45 Pekanbaru masih
didominasi metode ceramah dan minim media pembelajaran menarik,
terutama pada materi sistem tata surya yang bersifat abstrak dan sulit diamati
langsung. Kondisi ini menyebabkan siswa kurang aktif, merasa jenuh, dan
hasil belajar mereka belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).
Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi pembelajaran yang mampu
meningkatkan partisipasi dan pemahaman siswa. Model pembelajaran
kooperatif dengan metode gallery walk dinilai efektif karena memungkinkan
siswa belajar secara aktif melalui diskusi kelompok, eksplorasi materi secara
visual, dan presentasi hasil karya. Dengan menggunakan model tersebut,
diharapkan siswa lebih termotivasi, terlibat secara langsung dalam
pembelajaran, dan mampu mencapai hasil belajar kognitif yang lebih baik.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar kognitif
peserta didik serta mengetahui perbedaan signifikan hasil belajar setelah
diterapkannya model pembelajaran kooperatif dengan metode gallery walk
pada materi sistem tata surya kelas VII SMP Negeri 45 Pekanbaru. Manfaat
dari penelitian ini yaitu bagi peserta didik dapat meningkatkan hasil belajar
kognitif, sedangkan bagi guru dapat dijadikan referensi dalam pembelajaran
IPA, khususnya fisika, untuk meningkatkan hasil belajar kognitif peserta
didik.
Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 45 Pekanbaru dimulai pada
bulan Juni - November. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi
Experimental Design dengan rancangan Posttest-Only Control Group Design.
Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 45
Pekanbaru. Dalam menentukan sampel dilakukan uji normalitas dan
homogenitas hasil ulangan materi sebelumnya. Menentukan kelas eksperimen
dan kelas kontrol yang akan dijadikan sampel adalah dengan teknik simple
random sampling pada kelas yang homogen. Instrumen pengumpulan data
yang digunakan berupa tes tertulis hasil belajar kognitif IPA. Data dianalisis
dengan teknik analisis deskriptif dan teknik analisis inferensial.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat perbedaan hasil belajar siswa
antara kelas yang menggunakan model pembelajaran kooperatif dengan
metode gallery walk dan kelas yang menggunakan pembelajaran
konvensional. Hasil belajar kognitif pada kelas yang menerapkan metode
gallery walk pada materi sistem tata surya berada pada kategori baik, dengan
rata-rata nilai sebesar 82, sedangkan pada kelas yang menggunakan
pembelajaran konvensional berada pada kategori cukup baik, dengan rata-rata
nilai yang lebih rendah, yaitu 70. Hasil uji hipotesis menggunakan Mann-
Whitney menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 yang lebih kecil dari
0,05, sehingga secara inferensial dapat disimpulkan bahwa terdapat
ii
perbedaan hasil belajar kognitif yang signifikan antara kelas eksperimen dan
kelas kontrol.
Hasil ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan metode gallery
walk dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif bagi guru dalam mengajar
IPA Fisika. Dengan melibatkan siswa secara aktif melalui diskusi kelompok,
eksplorasi visual, dan presentasi, metode ini terbukti mampu meningkatkan
pemahaman serta hasil belajar kognitif siswa. Dengan demikian, metode
gallery walk efektif digunakan dalam pembelajaran untuk mendorong
keterlibatan siswa yang lebih tinggi dan hasil belajar yang lebih yang lebih
optimal.
Tidak tersedia versi lain