CD Skripsi
implementasi model pembelajaran auditory,intellectually, repetition berbantuan kahoot pada materi suhu dan pemuaian untuk meningkatkan pemahaman konsep kelas xi sma
Kemajuan yang pesat dalam ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini
menempatkan pendidikan sebagai faktor utama dalam perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi di masa mendatang. Pendidikan adalah usaha yang
dilakukan secara sadar dan terencana untuk merubah perilaku manusia, baik
secara individu maupun kelompok, guna meningkatkan kemampuan manusia
melalui proses pengajaran dan pelatihan. Masalah pendidikan Indonesia saat ini
adalah kurangnya pemahaman konsep siswa pada materi pembelajaran.
Kurangnya pemahaman konsep dapat berdampak negatif pada proses belajar dan
kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Dalam
mengatasi permasalahan ini dibutuhkannya keaktifan belajar peserta didik yang
maksimal. Pembelajaran yang berkualitas adalah terlibatnya peserta didik secara
aktif dalam pembelajaran. Salah satu cara yang efektif dan efisien untuk membuat
siswa menjadi lebih aktif adalah dengan menerapkan model pembelajaran
Auditory, Intellectually, Repetition. Dalam implementasi model pembelajaran
Auditory, Intellectually, Repetition, salah satu platform pembelajaran yang
digunakan adalah Kahoot pada tahap Repetition.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep siswa
dengan implementasi model pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition
berbantuan Kahoot pada materi suhu dan pemuaian. Selain itu, dilakukannya
penelitian ini guna mengetahui perbedaan pemahaman konsep siswa
menggunakan model pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition berbantuan
Kahoot dengan model pembelajaran konvensional pada materi suhu dan
pemuaian.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi –
experimental) dengan desain posttest – only control group design. Populasi pada
penelitian ini mencakup 3 kelas yaitu kelas XI A1, XI A2, dan kelas C, kemudian
dipilih 2 kelas dengan uji normalitas dan uji homogenitas. Dalam hal ini, terpilih
kelas XI C sebagai kelas eksperimen yang mendapat perlakuan berupa
pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition berbantuan Kahoot sedangkan
ii
kelas XI A2 terpilih sebagai kelas kontrol yang diberikan pembelajaran
konvensional. Data penelitian ini dikumpulkan dengan cara pemberian tes
kemampuan pemahaman konsep setelah melaksanakan pembelajaran materi suhu
dan pemuaian pada kedua kelas sampel. Tes ini disusun berdasarkan indikator
pemahaman konsep yang terdiri dari 7 indikator yang dijabarkan dalam 20 soal.
Data penelitian berupa hasil posttest pemahaman konsep yang diolah secara
kuantitatif serta ditampilkan dalam bentuk tabel untuk melihat peningkatan
kemampuan pemahaman konsep antara kelas eskperimen dan kelas kontrol
dengan dianalisis menggunakan uji – t. Hasil penelitian secara deskriptif
menunjukkan bahwa kelas eskperimen memiliki rata – rata skor kemampuan
pemahaman konsep yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol.
Sedangkan berdasarkan analisis secara inferensial menggunakan Uji – t diperoleh
nilai signifikansi atau sig. (2-tailed) < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat
perbedaan yang signifikan pada kemampuan pemahaman konsep kelas
eksperimen dan kelas kontrol.
Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan
pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition berbantuan Kahoot dapat
meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas XI SMAN 9 Pekanbaru pada
materi suhu dan pemuaian. Oleh karena itu, penerapan model pembelajaran
Auditory, Intellectually, Repetition berbantuan Kahoot dapat menjadi salah satu
alternatif dalam pembelajaran Fisika untuk meningkatkan pemahaman konsep
siswa khususnya pada materi suhu dan pemuaian.
Tidak tersedia versi lain