Digilib Perpustakaan Universitas Riau

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Pengaruh Poc Kombinasi Limbah Air Kelapa Dan Air Cucian Beras Terhadap Pertumbuhan Tanaman Bayam Sebagai Rancangan Handout Materi Bioteknologi Sma Kelas Xii
Penanda Bagikan

CD Skripsi

Pengaruh Poc Kombinasi Limbah Air Kelapa Dan Air Cucian Beras Terhadap Pertumbuhan Tanaman Bayam Sebagai Rancangan Handout Materi Bioteknologi Sma Kelas Xii

Nanda Putri / 2105124253 - Nama Orang;

Pertanian di Indonesia masih sangat bergantung pada ketersediaan pupuk dan air yang memadai untuk mendukung pertumbuhan tanaman, namun ketergantungan yang terlalu besar pada pupuk anorganik telah menimbulkan berbagai dampak negatif seperti penurunan kualitas tanah, kerusakan biodiversitas, dan pencemaran lingkungan. Upaya pengembangan pupuk organik menjadi solusi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, terutama melalui pemanfaatan limbah yang melimpah seperti air kelapa dan air cucian beras. Air kelapa tua mengandung mineral, vitamin, asam amino, serta fitohormon yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman, sedangkan air cucian beras kaya akan karbohidrat, protein, fosfor, magnesium, serta vitamin B1. Kombinasi kedua limbah ini melalui proses fermentasi menggunakan ragi tapai berpotensi menghasilkan pupuk organik cair (POC) yang efektif dan bernilai guna tinggi.
Tanaman bayam hijau (Amaranthus hybridus L.) digunakan sebagai objek penelitian karena memiliki peran penting sebagai sumber gizi dan sesuai untuk pengujian efektivitas pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh POC kombinasi limbah air kelapa dan air cucian beras terhadap pertumbuhan tanaman bayam sekaligus menilai kelayakan Handout Bioteknologi konvensional kelas XII yang dikembangkan dari hasil penelitian.
Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan, masing-masing memadukan variasi perbandingan air kelapa, air cucian beras, dan 15% ragi tapai. Parameter yang diamati mencakup kadar nitrogen, fosfor, dan kalium pada POC, pH serta suhu fermentasi, dan pertumbuhan bayam yang diukur berdasarkan tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, dan lebar daun. Analisis data dilakukan menggunakan ANAVA, kemudian dilanjutkan dengan uji DMRT apabila terdapat perbedaan nyata antarperlakuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi POC limbah air kelapa dan air cucian beras memberikan pengaruh nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan tanaman bayam. Perlakuan dengan komposisi air kelapa lebih tinggi memberikan hasil pertumbuhan paling optimal karena kandungan hara yang lebih baik, terutama nitrogen dan kalium yang berperan dalam proses fotosintesis, pembentukan jaringan, dan perkembangan daun. Proses fermentasi menunjukkan dinamika yang stabil, dibuktikan oleh pH yang semakin mendekati netral dan suhu yang tetap mendukung kinerja mikroorganisme selama berlangsungnya fermentasi. Selain memberikan kontribusi dalam bidang pertanian organik, penelitian ini juga menghasilkan sebuah Handout pembelajaran Bioteknologi Konvensional yang disusun berdasarkan konsep fermentasi serta penerapannya dalam pembuatan POC. Handout tersebut dirancang untuk mendukung pembelajaran di kelas XII, dan kualitasnya kemudian dinilai melalui proses validasi oleh ahli materi dan ahli media, yang menunjukkan hasil kategori sangat valid dari aspek isi, penyajian, kebahasaan, dan desain.
Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa POC kombinasi limbah air kelapa dan air cucian beras berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman bayam. Variasi perbandingan kedua limbah tersebut terbukti memengaruhi kadar unsur hara POC (N, P, dan K) serta pertumbuhan bayam. Perlakuan terbaik terdapat pada kombinasi 6 liter air kelapa + 2 liter air cucian beras + 15% ragi tapai (B4), dengan kadar N total 1,77%, P total 1,57%, dan K total 1,87%. Kombinasi ini menghasilkan unsur hara tertinggi sekaligus pertumbuhan bayam paling optimal dibandingkan perlakuan lainnya. Hasil validasi menunjukkan rata-rata skor sebesar 3,66 dengan kategori sangat valid, sehingga menunjukkan bahwa Handout yang dikembangkan pada penelitian ini sangat layak digunakan dalam pembelajaran sehingga dapat diterapkan sebagai bahan ajar pendukung materi Bioteknologi di kelas XII.



Pertanian di Indonesia masih sangat bergantung pada ketersediaan pupuk dan air yang memadai untuk mendukung pertumbuhan tanaman, namun ketergantungan yang terlalu besar pada pupuk anorganik telah menimbulkan berbagai dampak negatif seperti penurunan kualitas tanah, kerusakan biodiversitas, dan pencemaran lingkungan. Upaya pengembangan pupuk organik menjadi solusi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, terutama melalui pemanfaatan limbah yang melimpah seperti air kelapa dan air cucian beras. Air kelapa tua mengandung mineral, vitamin, asam amino, serta fitohormon yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman, sedangkan air cucian beras kaya akan karbohidrat, protein, fosfor, magnesium, serta vitamin B1. Kombinasi kedua limbah ini melalui proses fermentasi menggunakan ragi tapai berpotensi menghasilkan pupuk organik cair (POC) yang efektif dan bernilai guna tinggi.
Tanaman bayam hijau (Amaranthus hybridus L.) digunakan sebagai objek penelitian karena memiliki peran penting sebagai sumber gizi dan sesuai untuk pengujian efektivitas pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh POC kombinasi limbah air kelapa dan air cucian beras terhadap pertumbuhan tanaman bayam sekaligus menilai kelayakan Handout Bioteknologi konvensional kelas XII yang dikembangkan dari hasil penelitian.
Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan, masing-masing memadukan variasi perbandingan air kelapa, air cucian beras, dan 15% ragi tapai. Parameter yang diamati mencakup kadar nitrogen, fosfor, dan kalium pada POC, pH serta suhu fermentasi, dan pertumbuhan bayam yang diukur berdasarkan tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, dan lebar daun. Analisis data dilakukan menggunakan ANAVA, kemudian dilanjutkan dengan uji DMRT apabila terdapat perbedaan nyata antarperlakuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi POC limbah air kelapa dan air cucian beras memberikan pengaruh nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan tanaman bayam. Perlakuan dengan komposisi air kelapa lebih tinggi memberikan hasil pertumbuhan paling optimal karena kandungan hara yang lebih baik, terutama nitrogen dan kalium yang berperan dalam proses fotosintesis, pembentukan jaringan, dan perkembangan daun. Proses fermentasi menunjukkan dinamika yang stabil, dibuktikan oleh pH yang semakin mendekati netral dan suhu yang tetap mendukung kinerja mikroorganisme selama berlangsungnya fermentasi. Selain memberikan kontribusi dalam bidang pertanian organik, penelitian ini juga menghasilkan sebuah Handout pembelajaran Bioteknologi Konvensional yang disusun berdasarkan konsep fermentasi serta penerapannya dalam pembuatan POC. Handout tersebut dirancang untuk mendukung pembelajaran di kelas XII, dan kualitasnya kemudian dinilai melalui proses validasi oleh ahli materi dan ahli media, yang menunjukkan hasil kategori sangat valid dari aspek isi, penyajian, kebahasaan, dan desain.
Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa POC kombinasi limbah air kelapa dan air cucian beras berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman bayam. Variasi perbandingan kedua limbah tersebut terbukti memengaruhi kadar unsur hara POC (N, P, dan K) serta pertumbuhan bayam. Perlakuan terbaik terdapat pada kombinasi 6 liter air kelapa + 2 liter air cucian beras + 15% ragi tapai (B4), dengan kadar N total 1,77%, P total 1,57%, dan K total 1,87%. Kombinasi ini menghasilkan unsur hara tertinggi sekaligus pertumbuhan bayam paling optimal dibandingkan perlakuan lainnya. Hasil validasi menunjukkan rata-rata skor sebesar 3,66 dengan kategori sangat valid, sehingga menunjukkan bahwa Handout yang dikembangkan pada penelitian ini sangat layak digunakan dalam pembelajaran sehingga dapat diterapkan sebagai bahan ajar pendukung materi Bioteknologi di kelas XII.


Agriculture in Indonesia still relies heavily on the availability of adequate fertilizers and water to support plant growth; however, excessive dependence on inorganic fertilizers has caused various negative impacts, including soil quality degradation, loss of biodiversity, and environmental pollution. The development of organic fertilizers is considered a more environmentally friendly and sustainable solution, particularly through the utilization of abundant waste materials such as coconut water and rice washing water. Mature coconut water contains minerals, vitamins, amino acids, and phytohormones that can stimulate plant growth, while rice washing water is rich in carbohydrates, proteins, phosphorus, magnesium, and vitamin B1. The combination of these two wastes through a fermentation process using tapai yeast has the potential to produce an effective and high-value liquid organic fertilizer (LOF).
Green spinach (Amaranthus hybridus L.) was used as the research object due to its important role as a nutritious vegetable and its suitability for testing the effectiveness of organic fertilizers. This study aimed to analyze the effect of a liquid organic fertilizer made from a combination of coconut water and rice washing water waste on spinach growth, as well as to evaluate the feasibility of a Conventional Biotechnology handout for Grade XII developed based on the research results.
The study was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments and three replications, each consisting of different ratios of coconut water, rice washing water, and 15% tapai yeast. The observed parameters included nitrogen, phosphorus, and potassium contents of the liquid organic fertilizer, fermentation pH and temperature, and spinach growth measured by plant height, number of leaves, leaf length, and leaf width. Data were analyzed using ANOVA, followed by the DMRT test when significant differences were found among treatments.
The results showed that the combination of coconut water and rice washing water waste significantly affected all growth parameters of spinach plants. Treatments with a higher proportion of coconut water produced the most optimal growth due to better nutrient content, particularly nitrogen and potassium, which play important roles in photosynthesis, tissue formation, and leaf development. The fermentation process exhibited stable dynamics, as indicated by pH values approaching neutral and temperatures that supported microbial activity throughout fermentation. In addition to contributing to the field of organic agriculture, this research also produced a Conventional Biotechnology learning handout based on fermentation concepts and their application in producing liquid organic fertilizer. The handout was designed to support Grade XII learning and was evaluated through validation by material and media experts, resulting in a “very valid” category in terms of content, presentation, language, and design.
The study concluded that liquid organic fertilizer made from a combination of coconut water and rice washing water waste significantly affects spinach growth. Variations in the ratio of the two wastes influenced the nutrient content of the fertilizer (N, P, and K) as well as spinach growth. The best treatment was the combination of 6 liters of coconut water + 2 liters of rice washing water + 15% tapai yeast (B4), with total nitrogen content of 1.77%, total phosphorus of 1.57%, and total potassium of 1.87%. This combination produced the highest nutrient content and the most optimal spinach growth compared to other treatments. Validation results showed an average score of 3.66 in the “very valid” category, indicating that the developed handout is highly feasible for use as a supporting learning material for Biotechnology subjects in Grade XII.


Ketersediaan
#
Perpustakaan Universitas Riau 2105124253
2105124253
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
2105124253
Penerbit
Pekanbaru : Universitas Riau – FMIPA – Biologi., 2025
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
English
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2105124253
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
BIOLOGI
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
ayu
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • cover
  • Daftar Isi
  • Abstrak
  • Bab 1. Pendahuluan
  • Bab 2. Tijnjauan Pustaka
  • Bab 3. Metode Penelitian
  • Bab 4. Hasil & Pembahasan
  • Bab 5. Penutup
  • Daftar pustaka
  • Lampiran
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Digilib Perpustakaan Universitas Riau
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?