CD Skripsi
keanekaragaman vegetasi bawah di hutan lindung sentajo sebagai rancangan booklet pada materi keanekaragaman hayati kelas x sma
Vegetasi bawah merupakan komponen penting dalam ekosistem hutan yang
berperan dalam menjaga stabilitas mikroklimat, memperbaiki struktur tanah, serta
mendukung siklus hara melalui proses dekomposisi bahan organik. Selain itu,
keanekaragaman vegetasi bawah dapat menjadi indikator kondisi lingkungan dan
tingkat kestabilan suatu ekosistem hutan. Materi keanekaragaman hayati
merupakan salah satu topik pembelajaran Biologi pada Fase E dalam Kurikulum
Merdeka, di mana peserta didik diharapkan mampu mengidentifikasi tingkat
keanekaragaman hayati serta menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhinya.
Pendekatan kontekstual melalui pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber
belajar dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep keanekaragaman
hayati secara nyata dan bermakna.
Hutan Lindung Sentajo di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau,
merupakan Kawasan hutan yang masih memiliki tutupan vegetasi alami dengan
potensi keanekaragaman vegetasi bawah yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui komposisi jenis, struktur, serta tingkat keanekaragaman vegetasi bawah
di Kawasan Hutan Lindung Sentajo, serta mengintegrasikan hasil penelitian
tersebut ke dalam media pembelajaran berupa Booklet untuk siswa SMA. Penelitian
dilaksanakan pada bulan Agustus 2025 melalui dua tahap: (1) pengumpulan data
vegetasi bawah dengan metode plot pada dua Stasiun pengamatan yang dipilih
secara purposive sampling, dan (2) pengembangan Booklet pembelajaran melalui
tahap Analysis, Design, dan Development (ADDIE).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 39 spesies vegetasi bawah
yang termasuk ke dalam 27 familia, dengan nilai indeks keanekaragaman (H’)
berkisar antara 2,621-2,980, indeks keanekaragaman hayati tertinggi terdapat pada
stasiun 1. Hasil analisis ini kemudian dimanfaatkan untuk menyusun Booklet
pembelajaran berjudul “Keanekaragaman Vegetasi Bawah di Hutan Lindung
Sentajo” yang digunakan sebagai sumber belajar kontekstual pada materi
keanekaragaman hayati di kelas X SMA.
ii
Booklet yang dihasilkan telah melalui tahap validasi oleh ahli materi dan
ahli media, serta dinyatakan sangat layak digunakan dalam pembelajaran. Hasil
validasi menunjukkan angka 3,74 dengan kategori sangat valid. Media ini
diharapkan mampu meningkatkan minat, perhatian, dan pemahaman peserta didik
terhadap materi keanekaragaman hayati melalui pendekatan lingkungan nyata.
Penelitian ini menunjukkan bahwa Hutan Lindung Sentajo memiliki
keanekaragaman vegetasi bawah yang cukup tinggi dan dapat dijadikan sumber
belajar berbasis potensi lokal. Pengembangan Booklet berbasis penelitian ini
diharapkan dapat mendukung pembelajaran biologi yang kontekstual, interaktif,
dan berorientasi pada pelestarian lingkungan sekitar.
Secara keseluruhan, penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi
terhadap pemetaan keanekaragaman vegetasi bawah di Hutan Lindung Sentajo,
tetapi juga menunjukkan potensi besar pemanfaatan hasil penelitian lapangan
sebagai bahan ajar inovatif yang relevan dengan kurikulum. Integrasi hasil
penelitian ke dalam Booklet pembelajaran memberikan pengalaman belajar yang
autentik bagi peserta didik, menghubungkan konsep keanekaragaman hayati
dengan kondisi nyata di lingkungan sekitar mereka. Dengan demikian, penelitian
ini berperan penting dalam upaya pelestarian sumber daya alam sekaligus
memperkuat literasi ekologi siswa melalui pendekatan berbasis potensi lokal.
Selain itu, model pengembangan seperti ini dapat dijadikan contoh untuk penelitian
dan inovasi media pembelajaran berbasis lingkungan di wilayah lain.
Tidak tersedia versi lain