CD Skripsi
Karakteristik Tegangan Tembus Ac Campuran Minyak Jagung Dan Minyak Mineral Sebagai Pertimbangan Alternatif Bahan Isolasi Cair
ABSTRAK
Paper ini membahas penggunaan minyak nabati (minyak jagung) dan pencampuran antara minyak nabati dan minyak mineral (shell diala S4 ZX-I) agar dapat digunakan sebagai bahan alternatif isolasi cair. Sampel minyak nabati yang digunakan adalah minyak jagung sebelum pengurangan kadar air, minyak jagung sesudah pengurangan kadar air, dan metil ester. Fokus penelitian yang dilakukan adalah melihat karakteristik tegangan tembus rata-rata pada sampel 100% pure minyak nabati dan sampel pencampurannya yang kemudian dibandingkan dengan hasil pengujian tegangan tembus rata-rata pada sampel 100% pure minyak mineral dan menurut standar IEC: 156 – 1995 & IEC: 60156 - 1995. Jumlah perbandingan yang dipakai antar kedua sampel, yaitu 25% minyak nabati : 75% minyak mineral, 50% minyak nabati : 50% minyak mineral, dan 75% minyak nabati : 25% minyak mineral. Hasil pengujian menampilkan nilai tegangan tembus rata-rata secara berurutan pada sampel 100% pure minyak jagung sebelum pengurangan kadar air, 100% pure minyak jagung sesudah pengurangan kadar air, 100% pure metil ester, dan 100% pure minyak mineral yaitu: 18,6 kV/2,5 mm, 35,7 kV/2,5 mm, 34,8 kV/2,5 mm, dan 34,1 kV/2,5 mm. Dari hasil pengujian, terlihat bahwa 100% pure minyak jagung sebelum pengurangan kadar air belum memenuhi standar IEC: 156 1995 & IEC: 60156 – 1995. Sementara itu untuk sampel campuran minyak jagung sebelum pengurangan kadar air dengan minyak mineral dan sampel campuran minyak jagung sesudah pengurangan kadar air dengan minyak mineral juga belum memenuhi standar IEC: 156 1995 & IEC: 6056 – 1995, sedangkan untuk beberapa sampel campuran metil ester dengan minyak mineral sudah memenuhi standar IEC: 156 1995 & IEC: 6056 – 1995.
Kata Kunci: Campuran minyak nabati, minyak jagung, metil ester, minyak isolasi, tegangan tembus.
Tidak tersedia versi lain