CD Skripsi
kombinasi limbah batang pisang (Musa paradisiaca) dan serbuk kayu untuk meningkatkan pertumbuhan jamur tiram(Pleurotus ostreatus L.) sebagai alternatif media pembelajaran poster biologisma kelas x
Jamur tiram (Pleurotus ostreatus L.) merupakan jenis jamur pangan dari
kelompok Basidiomycota dan dibudidayakan oleh masyarakat karena
dikembangkan dengan teknik sederhana. Jamur tiram (Pleurotus ostreatus L.)
mengandung asam folat yang berguna mencegah dan mengobati anemia dan juga
nutrisi seperti protein, karbohidrat, zat besi, kalsium dan fosfor. Jamur tiram putih
juga sangat kaya akan vitamin , seperti vitamin B (B1, B2, B3, B6, Biotin dan
B12), vitamin C dan Bioflavonoid (Vit P).
Kebutuhan jamur tiram (Pleurotus ostreatus L.) di masyarakat terus
meningkat sedangkan produksi jamur tiram (Pleurotus ostreatus L.) belum dapat
memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan
produksi jamur tiram. Badan Pusat Statistika (BPS) Pada tahun 2022 menyatakan
produksi jamur mengalami peningkatan produksi yaitu sebesar 189,30 ton. pada
tahun 2023 produksi jamur sebesar 1.581,26 ton. Budidaya jamur tiram
membutuhkan substrat seperti serbuk gergaji kayu, dedak dan kapur. Saat ini
masyarakat telah mengolah kembali limbah serbuk kayu tersebut menjadi barangbarang
yang bernilai jual tinggi daripada hanya menjadi media tanam, sehingga
serbuk kayu untuk pembuatan media jamur semakin berkurang dan bernilai jual
tinggi. Solusi Untuk mengantisipasi hal tersebut perlu media alternatif tambahan
pertumbuhan jamur tiram yang banyak tersedia dan mudah diperoleh, di
temukanlah inovasi dan pemanfaatan limbah batang pisang.
Penelitian dilakukan di bulan Februari hingga April 2025 di Laboratorium
Biologi Jurusan PMIPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas
Riau. Limbah batang pisang yang digunakan adalah limbah batang pisang kepok
(Musa acuminata x balbisiana). Penelitian dilakukan melalui 2 tahap yaitu tahap 1
budidaya jamur tiram menggunakan campuran media tanam limbah batang pisang
dengan menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Kelompok yang
terdiri atas 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 (serbuk
kayu 80% bekatul 15% CaCO3 5%), P1 (limbah batang pisang 20% serbuk kayu
ii
60% bekatul 15% CaCO3 5%), P2 (limbah batang pisang 40% serbuk kayu 40%
bekatul 15% CaCO3 5%), P3 (limbah batang pisang 60% serbuk kayu 20%
bekatul 15% CaCO3 5%), P4 (limbah batang pisang 80% bekatul 15% CaCO3
5%). Parameter penelitian meliputi laju pertumbuhan miselium, jumlah tubuh
buah jamur, diameter tubuh buah jamur, dan berat basah jamur. Analisis hasil
penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dari hasil pengamatan mulai dari
inokulasi sampai pemanenan.
Hasil penelitian kombinasi limbah batang pisang dan serbuk kayu pada media
tanam jamur tiram (Pleurotus ostreatus L.) memberikan perbedaan terhadap
parameter jumlah tubuh buah jamur dengan nilai rata-rata tertinggi pada perlakuan
P2 dan P3 yaitu 10,0, diameter tubuh buah jamur dengan nilai rata-rata tertinggi
pada perlakuan P3 yaitu 3,71, dan berat basah jamur dengan rata-rata nilai
tertinggi yaitu 131,66. Hasil penelitian kombinasi limbah batang pisang dan
serbuk kayu pada media tanam jamur tiram (Pleurotus ostreatus L.) dapat
dijadikan sebagai alternatif media pembelajaran yaitu poster pada materi
Perubahan Lingkungan dan Pelestarian Lingkungan sub materi Pemanfaatan
Limbah Kelas X semester 2.
Kesimpulan penelitian ini adalah kombinasi limbah batang pisang dan serbuk
kayu pada media tanam jamur memberikan perbedaan terhadap laju pertumbuhan
miselium jamur, jumlah tubuh buah jamur, diameter tubuh buah jamur, dan berat
basah jamur. Hasil penelitian eksperimen dirancang untuk menjadi alternatif
media pembelajaran poster mengenai materi Perubahan Lingkungan dan
Pelestarian Lingkungan sub materi Pemanfaatan Limbah Kelas X semester 2.
Tidak tersedia versi lain